Setibanyadi Stasiun Tugu Jogja ada Om Isur (suami adik ipar saya) yang menjemput. Ternyata pintu keluarnya berbeda dengan yang dulu, saat kami mengunjungi Jogja tahun 2019 . Kami sempat salah mengira kalau pintu masuk adalah pintu keluar sehingga dihalau oleh petugas di stasiun, hihihi.
SiswiSMK Jakarta Hilang di Stasiun Tugu. Jumat, 7 Juli 2017 | 09:49 WIB Oleh : Fuska Sani Evani / JAS. Alifta Nan Rahfaida (16) yang dilaporkan hilang di Stasiun Tugu Yogyakarta sejak Selasa, 4 Juli 2017. (Foto: Istimewa)
JadwalKRL Stasiun Rawa Buntu - Stasiun Rawa Buntu ialah stasiun kereta api kelas III atau kecil yang ada di Rawa Buntu, Serpong. Stasiun ini termasuk Daerah Operasi (DAOP) I Jakarta serta berdekatan kompleks BSD (Bumi Serpong Damai). Stasiun ini juga tak jauh jaraknya dari sebelah barat pintu keluar Serpong, tepatnya Jl. Tol Jakarta-Serpong.
StasiunTugu ini merupakan pintu utama keluar masuk wisatawan yang biasanya ngabisin waktunya di Kota Jogja. Yup! Di stasiun inilah, ribuan penumpang kereta api setiap hari naik turun untuk berbagai keperluan. Mulai dari urusan pulang kampung, menjenguk keluarga, belajar, bisnis, hingga traveling.
Karnapembangunan dewasa ini, pintu keluar stasiun yg disebelah selatan sekarang dipindah dibagian barat. Menjadikan jarak ke jalan malioboro agak jauh. Tapi bisa naik becak, andong atau bahkan trans jogja untuk sampai di sekitaran jalan malioboro. Stasiun Tugu dalam pengembangan, cukup nyaman untuk traveler, tersedia cafe/resto, minimarket
JLA2z. detikTravel Community - Stasiun Tugu di Yogyakarta seakan tak pernah sepi. Pagi hari pun sudah banyak kereta yang datang mengantarkan traveler yang ingin berlibur di Kota Gudeg beberapa kereta api yang tiba di Stasiun Tugu di pagi hari. Kereta api ini di antaranya adalah KA Malioboro Malam, Argo Lawu, Taksaka Malam, Lodaya Malam dan ini seperti tak pernah sepi. Ada saja kereta yang transit di stasiun ini, menjadikannya seperti tak pernah tidur. Saya tiba di stasiun di kala pagi, saat matahari belum menampakkan turun dari kereta, pada umumnya yang dicari adalah toilet dan musala. Fasilitas ini tersedia di bagian barat stasiun, seusai salat kita bisa menikmati istirahat di joglo yang tersedia di dekat musala joglo ini, didesain dengan menariknya, khas Jawa. Hal ini menjadi relevan, bila stasiun sebagai salah satu pintu masuk tamu ke Jogja, lantas disajikan tempat-tempat rehat sejenak yang unik. Bangunan dengan lampu model klasik, meja kursi berbahan kayu berplitur dengan model klasik dan dengan bahan marmer di mejanya, seakan kita sedang bagian tepi bangunan joglo ini terdapat gerai-gerai yang menyediakan makanan dan minuman. Kita bisa duduk santai, pesan kopi, ataupun nasi bungkus yang dijajakan. Bisa pula menikmati makanan kecil sambil online. Bahkan ibu-ibu juga dapat dengan nyaman menyiapkan minuman susu hangat bagi balita buah kepenatan itu sudah reda, maka kita bisa memulai eksplor Jogja. Langsung saja ke luar stasiun melalui pintu sebelah selatan. Sampai di depan pintu keluar kita bisa memilih berbagai alternatif kendaraan, mulai dari becak, taksi, sewa mobil bahkan sewa motor buat jalan-jalan. Selamat menikmati Jogja, Jogja memang Istimewa!
Hits 3512Maaf yaaa..judulnya Pintu Selatan Stasiun Tugu, namun gambar featurednya gambar Pintu Timur Stasiun Tugu…lha luwiih apik sih… Halo-halo pengumuman di dalam kereta api Bima sudah terdengar yang memberitahu bahwa sebentar lagi akan sampai di stasiun Tugu Yogyakarta, dan tepat, seperti biasanya, waktu masih menunjukkan pukul 0030 Sabtu, dini hari 11 Juli 2015. Kereta api sekarang memang hebat. Hampir bisa dipastikan tepat waktu. suasana pintu selatan stasiun tugu 11 juli 2015 Saat turun kereta api, kalau biasanya sambil ngantuk-ngantuk otomatis kaki tahu kemana harus melangkah, turun ke sisi kiri, kemudian berjalan menuju ke pintu Timur, keluar menyusuri tempat parkir, untuk menuju jalan Mangkubumi, dini hari tadi masih thingak-thinguk. Ingat sih, beberapa waktu yang lalu sudah diumumkan bahwa mulai 7 Juli 2015 jalan keluar dari stasiun akan melalui pintu Selatan sedangkan pintu Timur stasiun hanya untuk jalan masuk, dan Sabtu dini hari ini tadi menjadi pengalaman pertama keluur melalui pintu yang berbeda dari hari-hari biasanya selama dua tahun terakhir ini menjadi pelanggan setia PK KAI. Bingung, mau berjalan menuju kemana, untung ada petugas keamanan kereta api yang berdiri berjaga, dan bisa kutanya, kemana jalan keluarnya, dan diberitahu lewat terowongan sambil menunjuk ke arah terowongan. Berjalan dari sisi Selatan stasiun tempat kereta api Bima berhenti, berjalan menuju sisi Utara Statiun, agak ke Barat..nah..bagi yang tidak biasa Barat, TImur, Utara Selatan, ….. . Turun tangga menuju terowongan yang putih bersih, mungkin baru dicat ulang, menyeberangi gedung statsiun dan rel kereata api di sisi Selatan stasiun melalui bawah tanah, dan sampai di ujung terowongan kembali menaiki tangga, dan keluar di pintu Selatan Statiun. Pintu Timur Stasiun Tugu Yogyakarta Pemandangan sangat berbeda di pintu Selatan stasiun dibanding pintu Timur statiun tempat biasa saya keluar. Kalau di sisi Timur, kita bisa melihat bentuk Statiun yang klasik dan gagah, indah untuk dipandang dan di foto, kalau di sisi Timur, keadaanya sangat biasa, dan saya malah merasakan terkesan kurang rapi, dan membingungkan. Saya terus berjalan saja lurus, ke arah kanan, karena pintu gerbang persis di depan pintu keluar stasiun yang biasanya terbuka, saat itu kondisinya ditutup, dan memang nampaknya pintu Timur di Bagian Selatan stasiun ini ditutup permanen, dan diarahkan ke Barat…nah..kembali Barat, Timur jadi pedoman… 🙂 Berjalan ke arah Barat, atau berjalan ke arah kanan, setelah keluar dari pintu stasiun, menuju ke Lampu Traffic Light Pasar Kembang. Di sepanjang halaman stasiun menuju ke pintu gerbang luar, banyak ditawari ojek, taxi, tapi saya berjalan terus saja, karena sudah janjian dengan Pak Narta, langganan ojek andalan. Kondisi Pintu Selatan Stasiun Area Parkir yang Luas di bagian Barat siisi PIntu Selatan Stasiun Tugu Yogyakarta Kesan saya, kondisi Selatan stasiun Tugu, masih perlu banyak diperbaiki agar lebih cantik, dan memberikan kesan menarik bagi para tamu yang baru datang di Yogya melalui Kereta api, seperti halnya di pintu Timur yang cantik dengan bangunan stasiun yang klasik, besar dan gagah. Bukan hanya bentuk pintu gerbang stasiun pintu Selatan yang kurang menarik, namun juga suasana dan situasi di halaman stasiun pintu Selatan terkesan kurang teratur, menakutkan bagi yang pertama datang, dan kurang terang di waktu malam. Sore tadi sambil sepedaan, saya kembali ke stasiun melihat situasi pintu Selatan, ternyata selain halaman di depan pintu Selatan yang memang kurang lapang, sudah dibangun tempat parkir yang luas di sisi sebelah Barat di area pintu Selatan ini. Tempat parkir yang akan bisa menampung para penjemput. Selamat menikmati pengaturan stasiun Tugu Yogya yang baru, dan semoga PT KAI terus bebenah mempercantik diri. Pengumuman Perubahan Pengaturan Stasiun Tugu Mulai 7 Juli 2015
Yogyakarta Demi memberi kenyamanan penumpang saat lebaran, PT Kai Daop 6 Yogyakarta akan melakukan perubahan alur masuk dan keluar. Pintu Timur Stasiun Tugu yang berada di Jalan Mangkubumi hanya bakal untuk keberangkatan. Pintu selatan yang berada di Jalan Pasar Kembang untuk kedatangan penumpang. Deputi Eksekutif VP, Andika Tri Putranto, mengatakan perubahan alur ini mulai diberlakukan pada 7 Juli. Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini? "Tahun lalu, pintu timur padat sekali sehingga penumpang yang mau berangkat susah masuk. Perubahan ini bertujuan supaya penumpang yang mau pergi bisa cepat sampai ke stasiun," kata Andika di kantor KAI Daop 6 Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, Kamis 28/5/2015. Pihaknya merasa perlu mengurangi kepadatan di Jalan Mangkubumi dan mendahulukan penumpang yang akan pergi. "Penumpang yang mau berangkat lebih urgent untuk didahulukan karena kereta tidak mungkin menunggu. Tahun lalu kita banyak dapat laporan warga yang ketinggalan kereta," ujar dia. Untuk itu, pihaknya akan melakukan beberapa persiapan perubahan alur parkir, seperti sosialisasi pintu keluar dan masuk pada penumpang dan masyarakat. "Petugas kami akan mengarahkan penumpang datang ke pintu selatan. Sedangkan penumpang yang hendak pergi ke pintu Timur. Plang petunjuk masuk dan keluar juga akan dipasang," jelas pria yang mengenakan kemeja putih ini. Selain itu, PT KAI akan mengatur lahan parkir selatan agar lebih luas dan banyak menampung kendaraan. "Kami akan atur bangunan disekitar parkir selatan supaya parkiran bisa menumpang lebih banyak kendaraan lagi," kata dia. BOB
Stasiun Tugu Yogyakarta Pintu Timur Stasiun Ikonik Yogyakarta. Apakah kamu pernah mengunjungi Stasiun Tugu Yogyakarta Pintu Timur? Stasiun ini merupakan salah satu stasiun kereta api paling ikonik di Indonesia. Terletak di kota Wisata Yogyakarta, Stasiun Tugu Yogyakarta Pintu Timur memiliki keunikan arsitektur yang menjadi daya tarik bagi banyak pengunjung. Stasiun Tugu Yogyakarta Pintu Timur dibangun pada tahun 1887 oleh pemerintah Hindia Belanda. Awalnya, stasiun ini hanya memiliki satu jalur kereta api yang menghubungkan Yogyakarta dengan Kutoarjo. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, stasiun ini mengalami beberapa kali renovasi dan perluasan, hingga menjadi seperti yang kita lihat sekarang. Selain sebagai sarana transportasi, Stasiun Tugu Yogyakarta Pintu Timur juga memiliki nilai sejarah yang penting. Pada masa penjajahan, stasiun ini menjadi salah satu pusat transportasi penting yang digunakan oleh pemerintah Hindia Belanda untuk mengangkut bahan-bahan kebutuhan militer. Keunikan Arsitektur Stasiun Tugu Yogyakarta Pintu Timur Salah satu hal yang membuat Stasiun Tugu Yogyakarta Pintu Timur menjadi terkenal adalah keunikan arsitektur bangunan ini. Bangunan stasiun yang bergaya art deco ini memiliki tiga lantai dengan atap yang menjulang tinggi. Pada bagian atap, terdapat pula menara jam yang menjadi ciri khas dari Stasiun Tugu Yogyakarta Pintu Timur. Tidak hanya itu, bagian dalam stasiun ini juga memiliki keunikan tersendiri. Terdapat beberapa patung-patung yang dipajang di bagian dalam stasiun, seperti patung perunggu kereta api dan patung perunggu pejuang kemerdekaan. Semua patung ini menggambarkan sejarah dan nilai budaya Indonesia yang harus dijaga dan dilestarikan. Fasilitas di Stasiun Tugu Yogyakarta Pintu Timur Stasiun Tugu Yogyakarta Pintu Timur tidak hanya memiliki nilai sejarah dan keunikan arsitektur yang menarik, tetapi juga menyediakan berbagai fasilitas bagi para pengguna jasa kereta api. Beberapa fasilitas yang tersedia di stasiun ini antara lain Tempat Parkir Stasiun Tugu Yogyakarta Pintu Timur menyediakan tempat parkir yang cukup luas bagi pengguna jasa kereta api yang membawa kendaraan pribadi. Kedai Makan Tersedia beberapa kedai makan di dalam dan di sekitar stasiun yang menyediakan berbagai makanan dan minuman untuk memenuhi kebutuhan para penumpang kereta api. Kamu dapat mencicipi berbagai hidangan khas Yogyakarta, seperti nasi gudeg, sate klathak, atau wedang ronde. Toilet Stasiun Tugu Yogyakarta Pintu Timur juga menyediakan toilet yang bersih dan terawat untuk para pengguna jasa kereta api. Terdapat beberapa toilet yang tersebar di beberapa area di stasiun ini. Ruang Tunggu Ruang tunggu yang nyaman dan luas juga tersedia di stasiun ini. Kamu dapat menunggu kedatangan kereta api dengan tenang dan nyaman di ruang tunggu yang disediakan. Terdapat pula AC dan WiFi gratis di dalam ruang tunggu ini. Layanan Kesehatan Stasiun Tugu Yogyakarta Pintu Timur juga menyediakan layanan kesehatan yang siap membantu para penumpang yang membutuhkan. Terdapat petugas medis yang siap memberikan pertolongan pertama pada keadaan darurat. [googlemap src=”